Bolehkah Seorang Desainer / Sarjana Desain Mengomentari Dunia Politik ?

Source Gambar : Kamera pribadi memotret poster di salah satu tembok kota Surabaya

Sumber Gambar : Kamera pribadi memotret poster di salah satu tembok kota Surabaya


A.  Bolehkan Sarjana Desain Mengomentari Dunia Politik?

    Sebagai warga negara, hak untuk bersuara dan mengkritik kebijakan pemerintah dijamin oleh konstitusi. Status sebagai "Sarjana Desain" tidak membatasi seseorang hanya boleh berbicara tentang warna atau estetika. Justru, irisan antara desain, ilmu sosial-humaniora (soshum), dan ekonomi sangatlah erat.

    Di era modern, ada disiplin yang disebut Design Economics (Ekonomi Desain) dan Social Design (Desain Sosial). Desain bukan cuma soal bikin barang bagus, tapi tentang bagaimana sistem, produk, dan kebijakan berdampak pada cara hidup manusia dan perputaran uang.

    Berikut adalah sudut pandang unik yang bisa digunakan seorang sarjana desain, serta media yang paling efektif untuk menyampaikannya:

A. 1.    Sudut Pandang Unik yang Bisa Digunakan

    Sarjana desain punya kacamata khusus yang sering kali tidak dimiliki oleh pakar ekonomi murni. Anda bisa mengkritik ekonomi dari celah-celah berikut:

  • Desain Kebijakan Publik (Systemic & Service Design):

Ekonomi makro diturunkan ke masyarakat lewat sistem pelayanan atau aplikasi (misalnya: sistem bansos, aplikasi pajak, atau birokrasi izin usaha). Jika aplikasinya membingungkan (bad UX), tidak inklusif untuk lansia, atau birokrasinya berbelit-belit secara sistem, itu adalah kegagalan desain yang menghambat perputaran ekonomi.

  • Dampak Urban & Infrastruktur (Spatial Design):

Proyek strategis nasional atau pembangunan kota berdampak langsung pada ekonomi warga lokal. Anda bisa mengkritik bagaimana tata kota atau penggusuran demi proyek ekonomi justru mematikan pasar tradisional atau ekosistem ekonomi mikro setempat.

  • Komunikasi Informasi Ekonomi (Information Design):

Pemerintah sering kali gagal mengomunikasikan data ekonomi (seperti inflasi, utang negara, atau anggaran) dengan transparan dan mudah dipahami. Desainer bisa mengkritik cara pemerintah "menyembunyikan" atau mengaburkan data publik lewat visualisasi yang buruk atau membingungkan.

  • Kesejahteraan Pekerja Kreatif (Labor Economics):

Sebagai bagian dari industri kreatif, Anda berhak mengkritik kebijakan ekonomi pemerintah terkait regulasi hak cipta, perlindungan freelancer, jaminan sosial pekerja seni, atau minimnya upah layak di sektor ini.

A. 2.    Media Kritik yang Paling Efektif

Kelebihan utama seorang desainer adalah kemampuan membuat hal rumit menjadi mudah dipahami secara visual. Daripada menulis jurnal 50 halaman yang hanya dibaca sesama akademisi, desainer bisa menggunakan media berikut:

  • Data Visualization & Infografis Interaktif 

    Mengubah data APBN yang membosankan atau angka kemiskinan yang rumit menjadi infografis yang tajam, jujur, dan mudah dicerna.

  1. Platform: Instagram, TikTok, pameran seni independen.

  2. Mengapa efektif: Orang bisa langsung paham dan ada kemungkinan viral

  • Desain Spekulatif & Satir Visual (Critical Design)

    Membuat karya desain tiruan atau konsep masa depan untuk menyindir kondisi ekonomi saat ini. Misalnya, membuat poster lowongan kerja fiktif dengan syarat yang absurd akibat susahnya lapangan kerja, atau membuat kemasan produk makanan yang isinya menyusut drastis (shrinkflation) akibat inflasi.

  1. Platform: Instagram, TikTok, pameran seni independen.

  2. Mengapa efektif: Satir visual memicu emosi dan diskusi publik lebih cepat daripada teks.

  • Video Esai Visual

    Membuat video pendek yang membedah sebuah kebijakan ekonomi pemerintah (misalnya kebijakan subsidi atau pajak) dengan bantuan animasi aset, grafik bergerak (motion graphics), dan narasi yang runtut.

  1. Platform: YouTube, TikTok, Instagram Reels.

  2. Mengapa efektif: Menggabungkan audio, teks, dan visual dinamis membuat penjelasan 

  • Zine & Komik Strip Independen

    Membuat komik pendek atau zine digital/cetak yang menceritakan realitas ekonomi masyarakat bawah akibat kebijakan makro pemerintah.

  1. Platform: Webtoon, Instagram, komunitas zine lokal.

  2. Mengapa efektif: Pendekatan cerita (storytelling) lewat ilustrasi membuat isu ekonomi

 

B.  Cara Berkomentar Bedasarkan Bidang Yang Dimiliki

Sebagai sarjana desain, Anda memiliki lensa unik untuk melihat dunia. Anda tidak hanya melihat produk akhir, tetapi juga sistem, kekuasaan, dan ideologi yang membentuknya. Desain tidak pernah netral; ia adalah perwujudan fisik dan visual dari kebijakan politik, kondisi ekonomi, dan pergeseran sosial.

Berikut adalah cara Anda dapat mengomentari dinamika tersebut menggunakan keahlian visual dan metodologi desain Anda:

B. 1.     Gunakan Perspektif "Desain sebagai Kritik"

Kritik Visual Populer: Analisis bagaimana poster kampanye pemilu, logo kementerian, atau iklan komersial mencerminkan ideologi penguasa atau kesenjangan ekonomi.

Analisis Ruang Publik: Komentari tata kota, taman, atau transportasi publik dari sisi aksesibilitas. Ruang publik yang buruk sering kali mencerminkan kebijakan politik yang tidak berpihak pada rakyat kecil.

Komodifikasi Budaya: Soroti bagaimana tren sosial atau budaya lokal dikemas menjadi komoditas ekonomi oleh korporasi besar, dan apa dampaknya bagi komunitas lokal.

B. 2.     Manfaatkan Metodologi Design Thinking

Berempati pada Manusia (User-Centric): Gunakan kemampuan riset desain (seperti wawancara atau observasi) untuk melihat bagaimana kebijakan ekonomi (misalnya kenaikan pajak atau inflasi) berdampak langsung pada keseharian manusia, bukan sekadar angka statistik.

Bedah Sistem (Systemic Design): Petakan masalah sosial yang kompleks menggunakan mind mapping atau service blueprint visual untuk menunjukkan kepada masyarakat di mana letak kegagalan sistemnya.

B. 3.     Salurkan Komentar Lewat Medium Desain

Desain Aktivisme (Artivism / Craftivism): Buat poster satire, infografis interaktif, atau komik strip yang menyederhanakan isu politik rumit (seperti undang-undang baru atau korupsi) agar mudah dipahami masyarakat awam.

Zine dan Publikasi Mandiri: Cetak atau rilis zine digital secara berkala yang membahas isu sosial tertentu dari sudut pandang visual dan budaya urban.

Desain Spekulatif (Speculative Design): Rancang objek atau skenario masa depan fiktif sebagai bentuk kritik. Contoh: Merancang "alat bantu pernapasan premium" untuk menyindir polusi udara yang diabaikan pemerintah.

B. 4.     Jaga Etika dan Posisi Profesional

Hindari Sekadar Estetika: Pastikan kritik Anda memiliki substansi berbasis data, bukan sekadar membuat visual yang terlihat keren tapi kosong makna.

Sadar Posisi (Positionality): Pahami posisi Anda sebagai desainer—apakah Anda sedang menyuarakan kelompok marginal atau justru tanpa sadar melanggengkan narasi kelompok penguasa/pemilik modal.

Catatan Penting: 

Agar kritik Anda berbobot dan tidak sekadar menjadi "desain yang indah tapi kosong", lakukan riset data yang kuat. Validasi angka, pelajari dasar kebijakan soshum-ekonomi yang dikritik, lalu gunakan kemampuan desain Anda sebagai senjata untuk menyederhanakan dan menyuarakannya kepada publik.


C. Contoh Desain Poster Memotret Dinamika Sosial Politik

Sumber Gambar 1 : Klik Disini

Sumber Gambar 2 : Klik Disini

Gambar 1 Original Credit to : Klik Disini

Gambar 2 Original Credit to : Klik Disini


Sumber Data : Gemini Ai




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Spesialisasi Untuk Jobdesk Desain Grafis

Makna Beberapa Penggalan Lirik FSTVLST - OBJEK VITAL NASIONAL Favorit